Masuk sore menjelang agenda utama: sempat lihat kawasan pantai, kuliner warga, lalu ikuti arus orang ke area pesta dan panggung budaya.
Ya. Area dan aktivitasnya ramah untuk kunjungan keluarga.
Ya. Datang pagi atau sore untuk cahaya terbaik.
Mappanre Ri Tasi’e adalah ritual syukur laut masyarakat Bugis Pagatan yang tumbuh sebagai penanda paling khas untuk membaca hubungan warga dengan laut. Di Tanah Bumbu, tradisi ini berpusat di kawasan Pantai Pagatan dan menjadi inti dari pesta pantai tahunan yang menarik warga lokal maupun pengunjung luar daerah.
Yang membuatnya layak datang langsung
- Puncak adat di tepi laut: prosesi inti tetap berada di tangan lembaga adat Ogi, sehingga nuansa acaranya bukan sekadar hiburan pantai.
- Rangkaian pesta pantai panjang: menurut rilis resmi Pemkab Tanah Bumbu pada 14 Maret 2023, pesta pantai diisi hiburan, lomba, aktivitas dagang, expo, pameran, dan kegiatan seni budaya hampir satu bulan penuh.
- Lapisan religi tetap kuat: pembukaan 2023 dirancang bernuansa Islami dengan zikiran, sholawatan, buka puasa bersama, dan sholat maghrib berjamaah.
- UMKM ikut bergerak: stand produk lokal dan expo membuat momen ini relevan bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi pelaku ekonomi pesisir.
Catatan kunjungan
Waktu terbaik mengikuti Mappanre Ri Tasi’e adalah saat kalender pesta pantai diumumkan pemerintah daerah dan lembaga adat. Datang terlalu awal membuat kawasan masih seperti pantai harian biasa; datang saat rangkaian aktif memberi pengalaman yang jauh lebih utuh karena pengunjung melihat laut, tradisi, kuliner, dan keramaian warga sekaligus.
Sumber ringkas
- MC Tanah Bumbu, 14 Maret 2023: pesta pantai digelar setelah Ramadhan, pembukaan pada 8 April, rangkaian hiburan/lomba/expo/UMKM setelah Ramadhan, dan puncak adat diserahkan ke lembaga adat Ogi.
- Pantai Pagatan tetap menjadi lokasi utama karena tradisi ini tumbuh dari komunitas nelayan Bugis Pagatan.


