Pulau Burung dan kawasan mangrove Selat Laut

Pulau Burung

Pulau dekat kota yang terasa pelan: titian kayu, bakau, suara burung, dan rumah warga di tepi air.

Daerah
Pulau Burung (alias Pulau Panjang), Simpang Empat
Waktu terbaik
Pagi
Cocok untuk
Alam · Edukasi · Foto/video · Keluarga
Akses
±15–30 menit perahu dari dermaga sekitar Simpang Empat/Batulicin · Kapal penumpang tersedia dari area Pelabuhan Borneo / Jalan Borneo

Kenapa ke sini?

Naik perahu pagi dari Batulicin: air berubah dari cokelat ke hijau kebiruan, lalu titian kayu mangrove menyambut di pulau.

Keluarga aman?

Ya. Area dan aktivitasnya ramah untuk kunjungan keluarga.

Foto bagus?

Ya. Datang pagi atau sore untuk cahaya terbaik.

Pulau Burung adalah jeda hijau di dekat pusat Tanah Bumbu. Dari perahu, wisatawan melihat Selat Laut, kapal-kapal besar, lalu masuk ke pulau yang ditopang mangrove, titian kayu, rumah warga, dan cerita lokal.

Yang bisa dinikmati

  • Titian mangrove: jalan kayu di antara bakau, cocok untuk foto, edukasi, dan berjalan pelan bersama keluarga.
  • Satwa Kalimantan: bekantan dan burung besar menjadi alasan kuat untuk datang pagi dengan tenang.
  • Homestay apung: pengalaman menginap di atas air, memancing, dan menikmati malam pulau.

Pulau Burung punya nilai lebih dari sekadar spot foto. Di balik mangrove, ada kisah warga, sasirangan warna alami, dan peluang wisata berbasis masyarakat yang perlu dijaga pelan-pelan.

Sebelum pulang

Bawa pulang rasa daerah

Pentol ikan Pagatan, tenun Pagatan, hingga sasirangan Pulau Burung memperpanjang cerita perjalanan lewat produk lokal yang bisa dibawa pulang.

Cari oleh-oleh